Apakah tetap menjadi kebun binatang dengan konsep seperti sekarang, dengan konsep yang berbeda, atau bahkan bukan kebun binatang
Kota Bandung (KABARIN) - Nasib Kebun Binatang Bandung alias Bandung Zoo kini tengah berada di persimpangan. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung membuka opsi untuk menutup operasional kebun binatang ini sambil membahas masa depannya bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dan pemerintah pusat.
“Apakah tetap menjadi kebun binatang dengan konsep seperti sekarang, dengan konsep yang berbeda, atau bahkan bukan kebun binatang,” ujar Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dalam keterangan yang diterima di Bandung, Selasa.
Farhan menjelaskan pembahasan dilakukan hati-hati karena melibatkan kewenangan lintas instansi. Aset Bandung Zoo memang milik Pemkot Bandung, tetapi pengawasan satwa dilindungi berada di bawah Pemprov dan pemerintah pusat.
“Satwa-satwa dilindungi merupakan titipan negara dan makanannya masih ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah pusat,” kata Farhan.
Meski demikian, Farhan menegaskan, selama proses pembahasan berlangsung, Bandung Zoo tetap difungsikan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang bisa diakses masyarakat, dengan tetap mematuhi ketentuan yang berlaku.
“Sekarang tetap menjadi ruang terbuka hijau untuk publik. Di dalamnya ada satwa-satwa dilindungi yang kita jaga bersama. Masyarakat masih bisa berkunjung selama mengikuti peraturan keluar-masuk,” ucapnya.
Hingga kini, belum ada keputusan final terkait opsi yang akan dipilih. Seluruh alternatif dari tetap buka, ubah konsep, atau tutup, masih terbuka dan dalam tahap kajian bersama.
“Belum tahu arahnya ke mana. Ketiganya masih terbuka. Targetnya paling lama dalam dua bulan ke depan sudah ada keputusan bersama,” tambah Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.
Bandung Zoo, yang selama ini menjadi destinasi edukasi dan rekreasi, kini menunggu keputusan yang akan menentukan nasibnya di masa depan, sambil tetap membuka akses bagi publik.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026